BI Rate Naik 2 Kali! Apa Dampaknya bagi KPR Anda?

Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang kedua secara beruntun setelah BI sebelumnya menaikkan BI Rate menjadi 5,25% pada Mei 2026.
Kebijakan ini tentu menjadi perhatian bagi masyarakat yang sedang mencicil rumah, berencana mengajukan KPR, maupun yang tengah mempertimbangkan investasi properti. Pasalnya, perubahan suku bunga acuan sering kali berpengaruh terhadap bunga kredit perbankan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Lalu, apakah cicilan KPR akan langsung naik? Dan apakah sekarang masih waktu yang tepat untuk membeli rumah? Berikut ulasannya.
Mengapa BI Rate Kembali Naik?
Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali dan meningkatkan daya tarik investasi di pasar keuangan Indonesia.
Seiring dengan kenaikan BI Rate, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,25%.
Baca Juga: Apa Itu Sporadik Tanah? Pengertian, Syarat, dan Cara Membuat
Dampak Kenaikan BI Rate terhadap KPR
1. Bunga KPR Berpotensi Mengalami Penyesuaian
Ketika suku bunga acuan naik, biaya pendanaan bank biasanya ikut meningkat. Dalam kondisi tersebut, bank dapat melakukan penyesuaian terhadap suku bunga kredit, termasuk KPR.
Meski demikian, kenaikan bunga KPR umumnya tidak terjadi secara langsung. Para pengamat memperkirakan dampaknya baru mulai terasa dalam waktu sekitar 3 hingga 6 bulan setelah BI Rate naik.
Artinya, nasabah yang saat ini menggunakan KPR dengan bunga mengambang (floating rate) perlu mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan cicilan di masa mendatang.
2. Tidak Semua Nasabah KPR Akan Terdampak
Besarnya dampak kenaikan BI Rate sangat bergantung pada jenis KPR yang digunakan.
- KPR floating rate berpotensi mengalami kenaikan cicilan ketika bank melakukan penyesuaian bunga.
- KPR fixed rate tetap aman selama periode bunga tetap masih berlaku.
- KPR syariah umumnya tidak terpengaruh karena menggunakan skema cicilan tetap hingga akhir tenor.
- KPR subsidi juga relatif aman karena bunga tetap ditetapkan pemerintah.
Karena itu, penting untuk memahami skema pembiayaan yang Anda miliki sebelum mengambil keputusan keuangan lebih lanjut.
Baca Juga: Apa Itu Persil Tanah? Ini Perngertiannya
Simulasi Kenaikan Cicilan KPR
Sebagai ilustrasi, berikut simulasi untuk rumah seharga Rp800 juta dengan uang muka (DP) 20% dan tenor 20 tahun.

Dari simulasi tersebut terlihat bahwa kenaikan bunga sebesar 1% saja dapat meningkatkan cicilan bulanan hingga ratusan ribu rupiah. Dalam jangka panjang, selisih tersebut tentu cukup signifikan terhadap kondisi keuangan keluarga.
Catatan: Simulasi di atas hanya sebagai ilustrasi. Besaran cicilan aktual dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing bank.
Strategi Menghadapi Kenaikan Suku Bunga
Untuk Pemilik KPR Existing (Sudah Punya KPR)
- Evaluasi jenis bunga KPR Anda. Cek apakah KPR Anda masih dalam periode fixed atau sudah floating. Jika floating, kalkulasi ulang kemampuan bayar Anda jika cicilan naik 10–20%.
- Pertimbangkan take over KPR. Jika bank lain menawarkan suku bunga lebih kompetitif dengan skema yang lebih menguntungkan, take over KPR bisa jadi solusi. Pelajari seluk-beluknya di artikel Cara Jual Rumah yang Masih KPR jika Anda juga mempertimbangkan untuk menjual.
- Manfaatkan opsi top up KPR dengan bijak. Jika Anda butuh dana tambahan, pertimbangkan pilihan top up sebelum bunga KPR naik lebih jauh. Cari tahu caranya di artikel Mau Top Up KPR? Ini Cara dan Syaratnya!
Untuk Pembeli Baru
- Pilih skema KPR yang tepat Prioritaskan KPR dengan periode fixed rate panjang, KPR Syariah, atau KPR subsidi jika memenuhi syarat. Pahami lebih lanjut di Kelebihan KPR yang Bikin Banyak Orang Beli Rumah.
- Pastikan pengajuan KPR Anda kuat Di tengah kondisi pasar yang ketat, bank akan semakin selektif. Pastikan riwayat kredit bersih dan dokumen lengkap. Baca panduan lengkapnya di Tips Lolos KPR agar Pengajuan Rumah Disetujui Bank.
- Pertimbangkan beli cash bertahap Jika memungkinkan secara finansial, pembelian tunai bertahap bebas dari risiko kenaikan bunga. Cari tahu caranya di Cara Beli Rumah Cash Bertahap yang Aman.
- Percepat pelunasan KPR Jika sudah punya KPR dan ingin meminimalkan dampak bunga tinggi jangka panjang, strategi pelunasan lebih cepat sangat dianjurkan. Pelajari triknya di KPR Bisa Lunas Lebih Cepat? Begini Caranya!
Sebelum membeli rumah, pastikan Anda memahami kondisi pasar terkini dan menghitung kemampuan finansial secara realistis. Dengan pendampingan agen properti profesional, Anda juga dapat menemukan peluang terbaik meski di tengah perubahan suku bunga.
Ingin membeli, menjual, atau berinvestasi properti di tengah kondisi pasar saat ini? Konsultasikan kebutuhan Anda bersama agen REMAX Indonesia untuk mendapatkan solusi dan rekomendasi yang sesuai dengan tujuan finansial Anda.






