Tips Aman Membeli Rumah Cash Keras agar Terhindar dari Penipuan

Memiliki hunian tanpa beban cicilan jangka panjang menjadi impian banyak orang. Salah satu cara yang sering dipilih adalah membeli rumah cash keras. Skema pembayaran ini memungkinkan pembeli melunasi harga rumah secara tunai tanpa melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau lembaga perbankan. Selain lebih cepat, metode ini juga menghindarkan Anda dari bunga kredit yang nilainya bisa sangat besar.
Meski terdengar praktis, membeli rumah secara tunai memiliki risiko tersendiri, terutama bagi pemula. Jika tidak dilakukan dengan cermat, transaksi rumah cash keras bisa membuka celah terjadinya penipuan. Agar proses pembelian berjalan aman dan lancar, berikut beberapa tips penting yang perlu Anda perhatikan.
1. Pilih Pengembang atau Penjual yang Kredibel
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan kredibilitas pengembang atau penjual properti. Hindari tergiur harga murah tanpa mengecek latar belakang pihak yang menawarkan rumah. Periksa portofolio proyek yang pernah dikerjakan, reputasi di internet, serta ulasan dari pembeli sebelumnya. Pengembang yang berpengalaman umumnya memiliki proyek yang jelas, legalitas lengkap, dan proses transaksi yang transparan.
Langkah ini sangat penting, terutama jika Anda sedang mencari rumah di Jakarta, rumah di Surabaya, atau bahkan villa di Bali yang nilainya cukup tinggi.
Baca Juga: Cara Beli Rumah Cash Bertahap yang Aman, Ternyata Begini
2. Pastikan Ada Perjanjian Jual Beli yang Jelas
Setelah menemukan rumah yang sesuai, pastikan seluruh kesepakatan tertuang dalam dokumen resmi. Biasanya, proses diawali dengan pembayaran booking fee, lalu dilanjutkan dengan pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Dokumen ini memuat informasi penting seperti identitas pembeli dan penjual, harga rumah, cara pembayaran, serta waktu serah terima. Dengan adanya PPJB, hak dan kewajiban kedua belah pihak menjadi lebih terlindungi secara hukum.
Baca Juga: Cara Jual Rumah yang masih KPR, Mudah dan Cepat
3. Lanjutkan ke Akta Jual Beli dan Sertifikat
Tahap krusial berikutnya adalah pembuatan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). AJB menjadi dasar hukum peralihan kepemilikan rumah dan diperlukan untuk pengurusan pajak serta administrasi lainnya. Setelah AJB selesai, pastikan Anda menerima sertifikat rumah, baik itu Sertifikat Hak Milik (SHM) maupun Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), sesuai status tanahnya.
4. Gunakan Jasa Agen Properti Profesional
Untuk meminimalkan risiko, sangat disarankan menggunakan jasa agen properti profesional. Agen berpengalaman memahami alur transaksi rumah cash keras, mulai dari pengecekan legalitas hingga negosiasi harga. Selain itu, agen properti biasanya memiliki database listing yang luas, sehingga memudahkan Anda menemukan hunian sesuai kebutuhan dan anggaran, baik untuk rumah tinggal maupun investasi.
5. Hindari Membeli Rumah Inden
Membeli rumah inden memang sering menawarkan harga yang lebih menarik. Namun, untuk transaksi cash keras, opsi ini tergolong berisiko. Ada kemungkinan proyek tidak selesai tepat waktu atau bahkan bermasalah secara hukum. Demi keamanan, sebaiknya pilih rumah siap huni atau ready stock agar kondisi bangunan dan status legalitasnya bisa langsung Anda cek.
Baca Juga: Perbedaan PPAT dan Notaris, Wajib Dipahami Sebelum Mengurus Dokumen Hukum
6. Lakukan Negosiasi Harga
Salah satu keuntungan membeli rumah secara tunai adalah peluang negosiasi yang lebih besar. Jangan ragu untuk menawar harga, karena pengembang atau penjual umumnya lebih fleksibel terhadap pembeli cash. Potongan harga yang didapat bisa cukup signifikan dan membantu Anda memperoleh rumah dengan nilai terbaik.
7. Bayarkan Booking Fee Secara Resmi
Booking fee berfungsi sebagai tanda keseriusan pembelian dan untuk mengamankan unit agar tidak dijual ke pihak lain. Pastikan pembayaran dilakukan secara resmi dan disertai bukti tertulis. Nominal booking fee bervariasi, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual.
Membeli rumah cash keras memang menawarkan banyak keuntungan, asalkan dilakukan dengan langkah yang tepat dan penuh kehati-hatian. Jika Anda sedang mencari rumah di Jakarta, rumah di Surabaya, atau villa di Bali, pastikan prosesnya aman dan terverifikasi. Untuk kemudahan dan keamanan transaksi, percayakan pencarian hunian impian Anda melalui agen properti profesional REMAX yang siap membantu dari awal hingga serah terima kunci.






