REMAX Indonesia

Properti Apa yang Paling Menguntungkan? Ini Daftarnya!

Intan DwiyantiDiperbaharui 04 Nov 2026, 16.03 WIB
Share
Properti Apa yang Paling Menguntungkan? Ini Daftarnya!
Caption untuk gambar artikel

Properti pergudangan dan logistik di koridor Jabodetabek adalah kandidat paling menguntungkan untuk investasi pada 2026. Colliers Indonesia mencatat tingkat hunian fasilitas logistik Jabodetabek di angka 96,4% pada kuartal III 2026, sementara sektor ritel dan perhotelan masih bergerak lebih lambat.


Meski begitu, "paling menguntungkan" tidak selalu berarti "paling cocok untuk Anda". Gudang membutuhkan modal besar. Bagi investor perorangan, rumah tapak dan apartemen di dekat simpul transportasi tetap menjadi pintu masuk yang paling realistis, sedangkan ruko, kantor premium, dan tanah lebih sesuai untuk investor dengan modal dan horizon waktu lebih panjang.


Artikel ini merangkum data pasar terbaru dari Bank Indonesia dan konsultan properti Colliers, lalu membandingkan tiap jenis properti dari sisi potensi sewa, kenaikan nilai, dan risikonya.


Kondisi Pasar Properti 2026: Pulih, tapi Selektif


Harga rumah naik pelan, bukan melonjak. Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia untuk kuartal II 2026 mencatat indeks harga di pasar primer sebesar 110,89, tumbuh 0,69% secara tahunan, sedikit di atas 0,62% pada kuartal sebelumnya. Penjualan rumah primer masih turun 2,36% secara tahunan, tetapi jauh lebih ringan dibanding penurunan 25,67% pada kuartal I.


Pembiayaan masih bertumpu pada bank: KPR menyumbang sekitar 70% skema pembelian rumah primer. BI juga mencatat dua hambatan terbesar bagi pengembang, yaitu kenaikan harga bahan bangunan (27,10%) dan suku bunga KPR (15,96%).


Colliers Indonesia menyebut pemulihan kuartal III 2026 terjadi di perkantoran, hunian, ritel, pergudangan, dan perhotelan, tetapi tidak merata. Pembeli dan penyewa kini lebih selektif, sehingga lokasi dan kualitas aset menentukan hasil investasi.


Implikasinya jelas: jangan menggantungkan keuntungan pada kenaikan harga semata. Pendapatan sewa dan kualitas lokasi perlu menjadi dasar hitungan.


Baca Juga: 3 Kawasan dengan Harga Tanah Termahal di Jakarta


Cara Mengukur Keuntungan Properti


Keuntungan properti datang dari dua sumber: pendapatan sewa (rental yield) dan kenaikan nilai (capital gain). Banyak investor hanya melihat yang pertama, padahal total imbal hasil adalah gabungan keduanya setelah dikurangi biaya.


  • Yield kotor: sewa tahunan dibagi harga beli, dikali 100%.
  • Yield bersih: sewa tahunan dikurangi biaya tahunan (perawatan, PBB, pajak penghasilan atas sewa, biaya pengelolaan), lalu dibagi harga beli.
  • Capital gain: selisih harga jual dan harga beli, dikurangi biaya transaksi.


Sebagai ilustrasi hitungan (bukan data pasar): rumah seharga Rp1 miliar yang disewakan Rp60 juta per tahun memberi yield kotor 6%. Jika biaya tahunan Rp10 juta, yield bersihnya 5%.


Sebagai gambaran umum, panduan Rumah123 menyebut kisaran imbal hasil sewa properti residensial di Indonesia sekitar 4–8% per tahun, dan properti komersial sekitar 8–12% per tahun. Angka ini perkiraan umum, bukan jaminan. Hasil nyata sangat bergantung pada lokasi, tingkat hunian, dan kondisi unit.


Jenis Properti yang Layak Dipertimbangkan


1. Gudang dan logistik


Segmen ini paling kuat secara fundamental. Colliers mencatat hunian fasilitas logistik Jabodetabek 96,4% pada kuartal III 2026, dengan permintaan dari penyedia logistik pihak ketiga, e-commerce, barang konsumsi, ritel, dan manufaktur. Knight Frank Indonesia juga menilai subsektor industri dan pergudangan akan menjadi motor pertumbuhan pasar properti nasional tahun ini. Catatannya: pasokan baru diperkirakan meningkat mulai 2027, terutama di Koridor Timur, sehingga persaingan antaraset akan menajam dan kualitas bangunan serta akses jalan menentukan.


2. Rumah tapak


Permintaan rumah tapak relatif stabil karena kebutuhan hunian nyata. Harga naik tipis, jadi keuntungan utama datang dari sewa dan pemilihan lokasi di kawasan penyangga yang terus berkembang, seperti rumah di BSD dan rumah Gading Serpong di Tangerang. Penjualan rumah tipe menengah dan kecil masih tertekan pada kuartal II 2026, jadi pilih unit dengan akses transportasi dan harga yang realistis agar tetap mudah disewakan.


3. Apartemen


Colliers menyebut harga penawaran apartemen Jakarta relatif stabil dan pengembang lebih banyak bersaing lewat insentif daripada diskon harga. Pasokan jangka pendek

terbatas, dan Pergub Nomor 11 Tahun 2026 memberi insentif pengembangan berorientasi transit (TOD) yang membuka peluang hunian di luar kawasan inti. Hati-hati dengan stok lama: hingga kuartal I 2026 masih ada sekitar 29.000 unit apartemen Jakarta yang belum terserap. Pilih proyek siap huni dari pengembang dengan rekam jejak serah terima yang baik.


Baca Juga: Apa Itu KDB? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya


4. Gedung perkantoran


Pasar kantor Jakarta terbelah dua. Kekosongan secara umum masih relatif tinggi, namun gedung premium tertentu sudah berhunian tinggi dan mulai kembali berani menaikkan tarif sewa. Karena nilai transaksinya besar, segmen ini lebih cocok bagi investor institusi atau perorangan bermodal besar yang bisa memilih gedung berkualitas, ramah ESG, dan berlokasi strategis.


5. Ruko dan ruang usaha


Ruko di kawasan hunian padat atau koridor komersial yang tumbuh biasanya menawarkan yield sewa lebih tinggi daripada rumah, sejalan dengan kisaran properti komersial 8–12% yang disebut di atas. Di sisi lain, Colliers mencatat pusat perbelanjaan masih menghadapi tekanan konversi pengunjung menjadi pembeli, jadi pilih lokasi dengan lalu lintas pelanggan harian yang nyata.


6. Tanah


Tanah tidak memberi pendapatan sewa, sehingga keuntungan bergantung penuh pada kenaikan nilai dan kesabaran. Lonjakan harga di sekitar Ibu Kota Nusantara pernah ramai diberitakan, tetapi pada 2022 Pemprov Kalimantan Timur dan pelaku industri sudah mengingatkan adanya spekulasi harga. Periksa legalitas, status lahan, dan tata ruang sebelum membeli, dan jangan mengandalkan klaim kenaikan berlipat dari penjual.


Risiko yang Perlu Dihitung


  • Likuiditas: properti tidak bisa dijual secepat saham. Penjualan rumah primer masih terkontraksi, jadi waktu jual bisa lebih lama dari perkiraan.
  • Biaya membengkak: kenaikan harga bahan bangunan dan biaya perawatan menggerus yield bersih.
  • Suku bunga KPR: cicilan yang terlalu besar membuat arus kas negatif saat unit belum tersewa.
  • Pasokan baru: stok apartemen yang belum terserap dan tambahan gudang mulai 2027 dapat menekan tarif sewa.
  • Legalitas: sertifikat, izin bangunan, dan status tanah yang tidak jelas bisa menggagalkan penjualan kembali.


Selalu siapkan simulasi arus kas untuk skenario terburuk, misalnya unit kosong beberapa bulan.


Baca Juga: Apa Itu APHT? Pengertian, Syarat, Proses, dan Biaya


Tips Memilih Properti Investasi


  1. Tentukan tujuan: pendapatan sewa rutin, kenaikan nilai jangka panjang, atau keduanya.
  2. Pilih lokasi dekat transportasi, kampus, kawasan kerja, atau pusat logistik. Colliers menekankan bahwa lokasi dan kualitas aset kini menentukan daya saing.
  3. Hitung yield bersih, bukan yield kotor, lalu bandingkan dengan alternatif lain seperti deposito.
  4. Pastikan legalitas lengkap: sertifikat, IMB atau PBG, dan tidak ada sengketa.
  5. Jaga rasio cicilan agar arus kas tetap aman saat unit kosong.
  6. Bandingkan beberapa unit di area yang sama sebelum menawar, dan minta pendampingan agen properti yang paham pasar lokal.


Mulai Investasi Properti Anda Bersama REMAX


Setiap jenis properti punya peluang dan risikonya sendiri. Kuncinya adalah memilih aset yang sesuai tujuan, modal, dan kemampuan Anda mengelolanya.


Ingin beli rumah, apartemen, ruko, gedung perkantoran, tanah, atau properti lainnya sebagai investasi? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan agen profesional RE/MAX Indonesia. Tim REMAX dapat membantu Anda menemukan properti yang sesuai, membandingkan pilihan di lokasi incaran, dan mendampingi proses transaksi hingga selesai.

Temukan properti investasi impian Anda dan hubungi REMAX Indonesia hari ini.


FAQ


Properti apa yang paling menguntungkan untuk investasi pemula?


Rumah tapak atau apartemen siap huni di lokasi dekat transportasi umum. Modalnya lebih terjangkau daripada gudang atau kantor dan permintaan sewanya mudah diukur.


Apakah harga properti pasti naik setiap tahun?


Tidak. Indeks harga properti residensial primer hanya naik 0,69% secara tahunan pada kuartal II 2026, sehingga capital gain tidak bisa dianggap pasti.


Lebih baik beli tunai atau KPR?


KPR membantu memakai modal lebih kecil, tetapi bunga dan cicilan harus tertutup oleh sewa atau penghasilan lain. Bandingkan simulasi dari beberapa bank sebelum memutuskan.


Sumber:

  • Cbre. Jakarta Retail Figures Q2 2026.https://indonesia.cbre.com/insights/figures/jakarta-retail-figures-q2-2026/ diakses pada tanggal 4 November 2026
  • Ekononi Bisnis. Okupansi Mal di Jakarta Naik, Tarif Sewa Makin Mahal. https://ekonomi.bisnis.com/read/20261028/47/2016510/okupansi-mal-di-jakarta-naik-tarif-sewa-makin-mahal/ diakses pada tanggal 4 November 2026


Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon