REMAX Indonesia

Perbedaan Cash Keras dan Cash Bertahap, Mau Pilih yang Mana?

Intan DwiyantiDiperbaharui 17 Dec 2025, 16.28 WIB
Share
Perbedaan Cash Keras dan Cash Bertahap

Dalam proses membeli properti, calon pembeli akan dihadapkan pada berbagai pilihan metode pembayaran yang ditawarkan oleh pengembang. Dua di antaranya yang paling umum adalah cash keras dan cash bertahap. Memahami perbedaan cash keras dan cash bertahap menjadi langkah penting agar keputusan pembelian selaras dengan kondisi keuangan dan tujuan investasi Anda.


Masing-masing metode memiliki karakteristik, keuntungan, dan keterbatasan yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan, mari pahami penjelasannya secara menyeluruh.


Apa Itu Cash Keras?


Cash keras adalah metode pembayaran properti secara tunai penuh dalam satu kali pembayaran atau dalam waktu yang sangat singkat setelah kesepakatan pembelian ditandatangani. Umumnya, pembayaran ini dilakukan langsung kepada pengembang tanpa melibatkan pihak bank.


Keuntungan Cash Keras


Salah satu daya tarik utama cash keras adalah potensi diskon harga yang lebih besar. Pengembang cenderung memberikan potongan harga menarik karena mereka menerima dana secara cepat dan penuh. Hal ini tentu menguntungkan pembeli, terutama untuk properti dengan nilai tinggi seperti rumah di kawasan premium.


Selain itu, proses transaksi dan serah terima unit biasanya lebih cepat. Karena tidak ada cicilan atau proses administrasi berkepanjangan, kepemilikan properti bisa segera direalisasikan.


Keuntungan lainnya adalah bebas bunga dan biaya tambahan. Pembeli tidak perlu memikirkan bunga KPR, biaya provisi, maupun administrasi perbankan. Dengan cash keras, harga yang disepakati di awal adalah harga final.


Tidak kalah penting, cash keras juga membantu mengunci harga properti. Anda tidak perlu khawatir dengan potensi kenaikan harga di masa depan, karena seluruh pembayaran sudah diselesaikan di awal.


Baca Juga: Tips Aman Membeli Rumah Cash Keras agar Terhindar dari Penipuan


Kekurangan Cash Keras


Meski menguntungkan, cash keras menuntut ketersediaan dana besar dalam waktu singkat. Tidak semua orang memiliki likuiditas sebesar harga properti, sehingga metode ini kurang fleksibel bagi sebagian calon pembeli.


Apa Itu Cash Bertahap?


Berbeda dengan cash keras, cash bertahap memungkinkan pembeli membayar harga properti dalam beberapa kali angsuran kepada pengembang, tanpa melibatkan bank. Tenor pembayaran umumnya berkisar antara 12 hingga 36 bulan, tergantung kebijakan pengembang.


Keuntungan Cash Bertahap


Keunggulan utama cash bertahap adalah tidak adanya bunga dan KPR. Pembeli cukup membayar sesuai jadwal yang disepakati tanpa beban bunga seperti pada kredit perbankan.


Metode ini juga menawarkan fleksibilitas pembayaran. Bagi pembeli yang belum memiliki dana penuh namun ingin segera memiliki properti, cash bertahap menjadi solusi yang lebih ringan dibandingkan cash keras.


Selain itu, proses administrasinya lebih sederhana. Anda tidak perlu melalui tahapan analisis kredit yang panjang, sehingga transaksi bisa berjalan lebih praktis dan cepat.


Kekurangan Cash Bertahap


Namun, perlu diperhatikan bahwa harga properti dengan skema cash bertahap umumnya lebih tinggi. Diskon yang diberikan biasanya lebih kecil, bahkan dalam beberapa kasus terdapat penyesuaian harga karena pembayaran dilakukan secara mencicil.


Cash bertahap juga memiliki batas waktu yang ketat. Pembeli harus disiplin mengelola arus kas agar pembayaran tetap lancar sesuai tenor yang telah ditentukan.


Baca Juga: Cara Beli Rumah Cash Bertahap yang Aman, Ternyata Begini


Perbedaan Cash Keras dan Cash Bertahap 


Berikut beberapa perbedaan cash keras dan cash bertahap untuk membantu Anda memahami keduanya. 


1. Waktu Pembayaran


Perbedaan paling mendasar terletak pada skema pembayarannya. Cash keras mengharuskan pembeli melunasi harga properti sekaligus atau dalam waktu sangat singkat setelah kesepakatan. Sementara itu, cash bertahap memungkinkan pembayaran dilakukan secara mencicil dalam periode tertentu yang telah disepakati dengan pengembang.


2. Besaran Diskon dan Harga Akhir


Cash keras umumnya menawarkan diskon yang lebih besar karena pengembang menerima dana secara langsung. Hal ini membuat harga properti cenderung lebih rendah. Sebaliknya, pada cash bertahap, diskon biasanya lebih kecil atau bahkan tidak ada, sehingga harga total properti bisa lebih tinggi.


3. Fleksibilitas Keuangan


Dari sisi arus kas, cash bertahap lebih fleksibel karena pembeli tidak perlu menyiapkan dana besar sekaligus. Cash keras menuntut kesiapan dana penuh sejak awal, sehingga lebih cocok bagi pembeli dengan likuiditas tinggi.


Baca Juga: Cara Jual Rumah yang masih KPR, Mudah dan Cepat


4. Keterlibatan Bank dan Bunga


Baik cash keras maupun cash bertahap tidak melibatkan bank dan tidak dikenakan bunga. Perbedaannya terletak pada cara pengelolaan pembayaran, bukan pada skema pembiayaan kredit seperti KPR.


5. Kecepatan Proses Transaksi


Cash keras memungkinkan proses administrasi dan serah terima properti berjalan lebih cepat karena tidak ada kewajiban pembayaran lanjutan. Pada cash bertahap, kepemilikan penuh biasanya mengikuti jadwal pembayaran yang telah disepakati.


Baca Juga: Jangan sampai Tertipu, Ini Cara Cek Developer Terpercaya


Memahami perbedaan cash keras dan cash bertahap akan membantu Anda memilih metode pembayaran yang paling sesuai dengan kondisi finansial. Cash keras ideal bagi pembeli yang siap secara dana dan menginginkan harga terbaik serta proses cepat. Sementara itu, cash bertahap cocok untuk Anda yang membutuhkan fleksibilitas tanpa harus terikat bunga dan pinjaman bank.


Apa pun pilihan Anda, baik membeli rumah di Jakarta, villa di Bali, maupun rumah di Surabaya, pastikan keputusan diambil dengan pertimbangan matang. Untuk mempermudah proses pencarian properti dan mendapatkan rekomendasi terbaik sesuai kebutuhan, Anda dapat mencari dan membeli properti melalui agen profesional REMAX yang siap mendampingi Anda dari awal hingga transaksi selesai.


Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon