REMAX Indonesia

Mengapa KPR Membutuhkan Rekening Koran? Ini Fungsinya

Intan DwiyantiDiperbaharui 19 Dec 2025, 15.54 WIB
Share
fungsi rekening koran untuk kpr

Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bukan sekadar soal memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan. Di balik prosesnya, bank akan melakukan analisis menyeluruh terhadap kondisi finansial calon debitur. Salah satu dokumen terpenting yang hampir selalu diminta adalah rekening koran. Banyak orang masih menganggap dokumen ini sebagai formalitas, padahal fungsi rekening koran untuk KPR sangat menentukan disetujui atau tidaknya pengajuan kredit.


Apa Itu Rekening Koran?


apa itu rekening koran


Rekening koran adalah laporan resmi dari bank yang mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan nasabah dalam periode tertentu, biasanya 3 hingga 6 bulan terakhir. Dokumen ini memuat informasi lengkap mulai dari saldo awal, saldo akhir, pemasukan, pengeluaran, transaksi debit dan kredit, hingga detail tanggal serta keterangan transaksi.


Rekening koran diterbitkan langsung oleh bank tempat nasabah membuka rekening tabungan atau giro. Proses pengajuannya dapat dilakukan melalui customer service di kantor cabang maupun melalui layanan mobile banking. Umumnya, pencetakan rekening koran dikenakan biaya administrasi sesuai kebijakan masing-masing bank. Dalam proses KPR, rekening koran menjadi salah satu indikator utama bagi bank untuk menilai kelayakan finansial calon peminjam.


Baca Juga: Perbedaan Cash Keras dan Cash Bertahap, Mau Pilih yang Mana?


Fungsi Rekening Koran untuk KPR


fungsi rekening koran


Sering penasaran mengapa beberapa syarat KPR di beberapa bank membutuhkan rekening koran? Ternyata ini fungsinya.


1. Menunjukkan Kemampuan Finansial dan Stabilitas Penghasilan

Fungsi rekening koran untuk KPR yang paling utama adalah menampilkan kondisi keuangan secara objektif. Bank akan menilai apakah penghasilan yang masuk ke rekening bersifat stabil atau justru fluktuatif. Penghasilan yang konsisten mencerminkan kemampuan debitur dalam membayar cicilan KPR secara rutin.


Namun, bank tidak hanya melihat besar gaji. Pola pengelolaan keuangan juga menjadi perhatian. Seseorang dengan penghasilan besar tetapi pengeluaran tidak terkontrol bisa dianggap lebih berisiko dibanding debitur dengan penghasilan lebih kecil namun manajemen keuangan yang rapi.


2. Bukti Penghasilan bagi Pekerja Non-Fixed Income


Bagi freelancer, wiraswasta, atau pemilik bisnis, fungsi rekening koran untuk KPR menjadi sangat krusial. Tanpa slip gaji resmi, rekening koran berperan sebagai bukti utama penghasilan. Bank akan menganalisis arus kas untuk melihat rata-rata pemasukan bulanan serta tren keuangan.


Meski penghasilan tidak selalu tetap, rekening koran dengan aliran dana yang konsisten dan cenderung meningkat tetap dapat menjadi nilai tambah dalam proses persetujuan KPR.


Baca Juga: Tips Aman Membeli Rumah Cash Keras agar Terhindar dari Penipuan


3. Menunjukkan Pola Pengeluaran dan Kemampuan Menabung


Bank juga menggunakan rekening koran untuk melihat kebiasaan pengeluaran dan kemampuan menabung calon debitur. Pengeluaran yang terkontrol serta kebiasaan menyisakan saldo menunjukkan kedisiplinan finansial yang baik.


Sebaliknya, saldo yang sering mendekati nol, transaksi konsumtif berlebihan, atau lonjakan pengeluaran mendadak dapat menjadi sinyal risiko. Oleh karena itu, pola menabung yang konsisten menjadi poin penting dalam penilaian bank.


4. Membantu Menentukan Plafon Pinjaman yang Tepat


Fungsi rekening koran untuk KPR berikutnya adalah membantu bank menentukan plafon pinjaman. Umumnya, bank menetapkan batas cicilan ideal di kisaran 30–40% dari penghasilan bersih bulanan. Dari data rekening koran, bank dapat menghitung kemampuan bayar secara realistis.


Selain itu, saldo mengendap juga menjadi pertimbangan untuk memastikan debitur memiliki dana cadangan. Dengan plafon yang sesuai, cicilan KPR tidak akan memberatkan kondisi keuangan jangka panjang.


Baca Juga: 10 Bank yang Bisa Take Over KPR, Syaratnya Mudah!


5. Mendeteksi Kewajiban Finansial Lain


Rekening koran juga berfungsi untuk mengidentifikasi kewajiban finansial yang sedang berjalan, seperti cicilan kartu kredit, kredit kendaraan, atau pinjaman lainnya. Bank akan menghitung total beban utang untuk memastikan calon debitur tidak berada dalam risiko gagal bayar.

Semakin besar kewajiban lain yang tercatat, semakin kecil ruang bagi cicilan KPR. Karena itu, fungsi rekening koran untuk KPR sangat penting dalam proses penilaian risiko kredit secara menyeluruh.


Baca Juga: Syarat dan Cara Mengajukan KPR Karyawan


Tips Mempersiapkan Rekening Koran untuk Pengajuan KPR


Agar peluang persetujuan KPR semakin besar, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:


  • Siapkan rekening koran minimal 3–6 bulan sebelum pengajuan KPR.
  • Pastikan terdapat pemasukan rutin setiap bulan.
  • Hindari transaksi besar yang tidak wajar dan sulit dijelaskan.
  • Jaga saldo agar tidak pernah mendekati nol dengan menyisakan dana cadangan.
  • Kurangi penggunaan fasilitas kredit dan tingkatkan kebiasaan menabung.
  • Lunasi atau minimalkan cicilan lain untuk menurunkan rasio utang.


Kesalahan yang Harus Dihindari


Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari antara lain melakukan transfer besar mendadak untuk “mempercantik” saldo, memiliki rekening yang jarang aktif, tidak melaporkan rekening lain, hingga memanipulasi data rekening koran. Tindakan tersebut justru dapat menurunkan tingkat kepercayaan bank.


Memahami fungsi rekening koran untuk KPR akan membantu Anda mempersiapkan pengajuan kredit dengan lebih matang, baik untuk membeli  rumah di Jakarta, rumah di Bali, maupun rumah di Surabaya dan lokasi lainnya. Jika Anda ingin proses pencarian properti dan pengajuan KPR berjalan lebih terarah dan aman, percayakan pada agen properti profesional dari REMAX yang siap membantu menemukan hunian terbaik sesuai kemampuan finansial Anda.


Tag: KPR

Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon