REMAX Indonesia

Apa Itu Green Building? Ini Fungsi dan Manfaatnya

Intan DwiyantiDiperbaharui 18 Aug 2026, 11.36 WIB
Share
Apa Itu Green Building? Ini Fungsi dan Manfaatnya

Isu keberlanjutan kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak di sektor properti dan konstruksi. Salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut adalah green building atau bangunan hijau. Namun, masih banyak masyarakat maupun calon investor properti yang belum sepenuhnya memahami apa itu green building, prinsip dasarnya, hingga mengapa konsep ini semakin banyak diterapkan pada gedung perkantoran maupun hunian modern di Indonesia. Lantas, apa itu green building? Temukan jawabannya pada ulasan berikut.


Apa Itu Green Building?


Green building adalah konsep bangunan yang dirancang untuk menjadi bangunan yang efisien,  ramah lingkungan dengan pengelolaan sumber daya yang bijak, serta meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan.


Konsep ini mencakup seluruh siklus hidup bangunan, mulai dari tahap perencanaan dan pemilihan material, proses konstruksi, pengoperasian sehari-hari, renovasi, hingga akhirnya bangunan tersebut dibongkar di masa depan.


Berbeda dengan bangunan konvensional yang umumnya hanya mempertimbangkan aspek fungsi dan estetika, green building dirancang secara menyeluruh agar dapat menghemat konsumsi energi dan air, mengurangi emisi karbon, memanfaatkan pencahayaan serta ventilasi alami secara optimal, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi penghuninya.


Di Indonesia sendiri, penerapan konsep ini semakin didukung dengan hadirnya lembaga sertifikasi resmi, yaitu Green Building Council Indonesia (GBCI), yang berperan mendorong standar bangunan hijau melalui sistem penilaian Greenship.


Baca Juga: Cara Mengurus PBG Terbaru Lengkap dengan Syarat dan Biayanya


Prinsip Dasar dan Kriteria Green Building


Sebuah bangunan tidak bisa begitu saja disebut sebagai green building hanya karena memiliki taman atau tampilan hijau di eksteriornya. Ada sejumlah prinsip mendasar yang harus dipenuhi agar sebuah gedung benar-benar memenuhi kriteria bangunan hijau.


1. Efisiensi Energi


Prinsip pertama dan yang paling utama dalam green building adalah efisiensi penggunaan energi. Bangunan dirancang agar mampu memanfaatkan sumber energi terbarukan, seperti panel surya di atap, serta menggunakan sistem pencahayaan dan pendingin ruangan yang hemat listrik. 


Orientasi bangunan pun turut diperhitungkan sejak awal desain agar dapat memaksimalkan cahaya matahari alami pada siang hari, sehingga ketergantungan terhadap listrik untuk penerangan dapat ditekan secara signifikan.


Baca Juga: Apa Itu Mezzanine? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya untuk Hunian


2. Konservasi Air


Selain energi, pengelolaan air juga menjadi perhatian penting dalam konsep bangunan hijau. Green building biasanya dilengkapi sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting), instalasi daur ulang air limbah, serta penggunaan perangkat plambing hemat air seperti keran dan toilet dengan debit air yang lebih rendah. Melalui pendekatan ini, kebutuhan air bersih dari sumber utama dapat dikurangi tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni.


3. Kualitas Udara dan Kenyamanan dalam Ruangan


Green building juga sangat memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan (indoor air quality) sebagai bagian dari kenyamanan dan kesehatan penghuninya. Sistem ventilasi dirancang untuk memastikan sirkulasi udara segar berjalan optimal, sementara material bangunan yang digunakan dipilih agar minim emisi senyawa organik berbahaya (VOC). 


Kombinasi kedua faktor ini membantu menciptakan lingkungan kerja atau tempat tinggal yang lebih sehat dibandingkan gedung konvensional pada umumnya.


4. Pemilihan Material Ramah Lingkungan


Material konstruksi yang digunakan dalam green building umumnya dipilih berdasarkan dampak lingkungannya, mulai dari proses produksi, daya tahan, hingga kemungkinan didaur ulang di kemudian hari. Penggunaan material lokal juga menjadi pertimbangan penting karena dapat mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari proses distribusi dan transportasi material dari lokasi yang jauh.


5. Pengelolaan Lahan dan Tata Ruang


Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah bagaimana sebuah bangunan dirancang agar selaras dengan lingkungan sekitarnya, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau, pengelolaan limpasan air hujan agar tidak menimbulkan genangan, hingga pemilihan lokasi yang mudah diakses transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.


Contoh Penerapan Green Building di Indonesia


Konsep green building bukan lagi sekadar wacana di Indonesia, melainkan sudah banyak diterapkan pada gedung perkantoran maupun kawasan komersial di kota-kota besar. Beberapa gedung di kawasan bisnis Jakarta bahkan telah mengantongi sertifikasi internasional atas penerapan prinsip bangunan hijau ini, mulai dari sistem tata udara hemat energi hingga desain yang terintegrasi dengan transportasi publik seperti MRT. 


Anda dapat melihat gambaran lengkapnya pada ulasan 10 Gedung Perkantoran di Jakarta, Strategis dan Ideal untuk Bisnis, yang membahas sejumlah gedung dengan konsep ramah lingkungan sekaligus lokasi strategis untuk kebutuhan bisnis.


Tidak hanya pada gedung komersial, prinsip ramah lingkungan ini juga mulai diadopsi pengembang perumahan melalui penyediaan ruang terbuka hijau, sirkulasi udara alami, hingga sistem keamanan yang terintegrasi dengan konsep hunian berkelanjutan.


Manfaat Green Building bagi Pemilik dan Penghuni


Penerapan konsep green building memberikan sejumlah manfaat nyata, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun nilai ekonomi jangka panjang bagi pemilik

properti.


1. Efisiensi Biaya Operasional


Meski biaya pembangunan awal green building cenderung lebih tinggi dibandingkan bangunan konvensional, efisiensi energi dan air yang dihasilkan mampu menekan biaya operasional secara signifikan dalam jangka panjang. Penghematan pada tagihan listrik dan air ini pada akhirnya dapat menutup selisih investasi awal dalam beberapa tahun masa pakai bangunan.


2. Kesehatan dan Kenyamanan Penghuni Lebih Terjaga


Kualitas udara yang lebih baik, pencahayaan alami yang optimal, serta sirkulasi udara yang lancar membuat penghuni gedung atau rumah dengan konsep green building cenderung merasa lebih nyaman dan sehat. Hal ini terutama penting bagi gedung perkantoran, di mana produktivitas karyawan erat kaitannya dengan kualitas lingkungan kerja sehari-hari.


Baca Juga: Apa Itu Apartemen Studio? Ini Definisi, hingga Kelebihan


3. Kontribusi terhadap Pelestarian Lingkungan


Dari sisi lingkungan, green building berperan penting dalam menekan emisi karbon serta mengurangi eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan akibat sektor konstruksi. Mengingat bangunan menyumbang porsi emisi karbon global yang cukup besar, penerapan konsep ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.


4. Nilai Investasi Properti yang Lebih Tinggi


Properti dengan sertifikasi green building umumnya memiliki nilai jual dan daya tarik yang lebih tinggi di pasar, khususnya bagi perusahaan atau individu yang mengutamakan keberlanjutan sebagai bagian dari citra dan gaya hidup mereka. Bagi pemilik gedung komersial, sertifikasi ini juga kerap menjadi nilai tambah dalam menarik minat penyewa maupun investor.


Sertifikasi Green Building di Indonesia


Untuk memastikan sebuah bangunan benar-benar memenuhi standar bangunan hijau, terdapat sistem sertifikasi resmi yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) melalui perangkat penilaian bernama Greenship. Selain Greenship, sejumlah gedung di Indonesia juga mengantongi sertifikasi internasional seperti Green Mark dari Building and Construction Authority (BCA) Singapura atau LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) dari Amerika Serikat.


Sertifikasi ini menilai berbagai aspek bangunan, mulai dari tata guna lahan, efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruangan, hingga pengelolaan limbah selama masa operasional gedung.


Sebelum memutuskan membeli atau menyewa unit di sebuah gedung, ada baiknya Anda turut memeriksa legalitas dan perizinan bangunannya, termasuk kelengkapan izin mendirikan bangunan (IMB/PBG) yang menjadi salah satu fondasi penting keabsahan sebuah properti secara hukum.


Tips Memilih Properti dengan Konsep Green Building


Bagi Anda yang tertarik memiliki atau menyewa properti dengan konsep ramah lingkungan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.


1. Periksa Sertifikasi Resmi Bangunan


Pastikan properti yang Anda incar benar-benar memiliki sertifikasi resmi dari lembaga yang kredibel, seperti Greenship dari GBCI atau sertifikasi internasional lainnya. Sertifikasi ini menjadi bukti objektif bahwa bangunan telah melalui proses penilaian ketat, bukan sekadar klaim pemasaran dari pengembang.


2. Perhatikan Fasilitas Pendukung Keberlanjutan


Cek ketersediaan fasilitas pendukung seperti panel surya, sistem pengolahan air hujan, ruang terbuka hijau, hingga akses menuju transportasi publik. Semakin lengkap fasilitas pendukung ini, semakin optimal pula manfaat efisiensi yang bisa dirasakan penghuni dalam jangka panjang.


3. Bandingkan Lokasi dan Nilai Investasi Jangka Panjang


Selain aspek keberlanjutan, tetap perhatikan faktor lokasi dan potensi kenaikan nilai properti di masa depan. Sebagai gambaran, kondisi lingkungan sekitar properti turut memengaruhi kenyamanan tinggal maupun potensi kenaikan nilai aset, sehingga penting untuk mengecek kondisi lingkungan sekitar properti sebelum melakukan transaksi jual beli.


Baca Juga: Rekomendasi Apartemen di BSD Terbaik untuk Hunian dan Investasi


FAQ Seputar Green Building

Q: Apa itu green building? 


A: Green building adalah konsep perencanaan, pembangunan, dan pengoperasian gedung yang mengutamakan efisiensi energi, air, serta material, sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan.


Q: Apa perbedaan green building dan bangunan konvensional? 


A: Bangunan konvensional umumnya hanya berfokus pada fungsi dan estetika, sedangkan green building dirancang secara menyeluruh untuk menghemat energi dan air, mengurangi emisi karbon, serta menjaga kualitas udara dan kenyamanan penghuninya.


Q: Apa saja contoh penerapan green building? 


Contohnya meliputi penggunaan panel surya, sistem pemanenan air hujan, pencahayaan dan ventilasi alami, material bangunan ramah lingkungan, hingga penyediaan ruang terbuka hijau di sekitar bangunan.


Q: Apakah properti green building lebih mahal? 


A: Biaya pembangunan awal green building memang cenderung lebih tinggi, namun efisiensi energi dan air yang dihasilkan dapat menekan biaya operasional secara signifikan, sehingga lebih hemat dalam jangka panjang.


Q: Lembaga apa yang mengeluarkan sertifikasi green building di Indonesia?


A: Di Indonesia, sertifikasi green building dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) melalui sistem penilaian Greenship, selain sertifikasi internasional seperti LEED atau Green Mark.


Konsep green building kini menjadi salah satu pertimbangan penting, baik bagi Anda yang ingin memiliki hunian nyaman dan hemat energi, maupun bagi pelaku usaha yang membutuhkan gedung perkantoran dengan citra ramah lingkungan. 


Jika Anda sedang berencana membeli, menyewa, atau menjual rumah, gedung, hingga properti komersial lainnya, REMAX Indonesia siap membantu mewujudkannya melalui jaringan agen properti profesional yang berpengalaman di berbagai segmen properti. Kunjungi remax.co.id sekarang untuk mulai jual beli rumah, gedung, dan properti lainnya bersama REMAX Indonesia.



Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon