Tips Aman Transaksi Properti agar Terhindar dari Penipuan

Transaksi properti, baik untuk membeli maupun menyewa, merupakan keputusan besar yang melibatkan nilai aset tinggi dan proses hukum yang tidak sederhana. Oleh karena itu, setiap calon pembeli atau penyewa wajib memahami tips aman transaksi properti agar terhindar dari risiko penipuan, sengketa, maupun kerugian finansial di kemudian hari.
Di tengah maraknya iklan properti di berbagai platform digital, kehati-hatian menjadi kunci utama. Harga yang terlihat menarik belum tentu aman, begitu juga proses transaksi yang terlihat cepat dan mudah bisa menyimpan risiko tersembunyi. Agar Anda dapat bertransaksi dengan lebih tenang, berikut panduan lengkap yang wajib diperhatikan.
1. Pahami Alur dan Aturan Transaksi Properti yang Aman
Langkah pertama dalam tips aman transaksi properti adalah memahami alur transaksi yang benar. Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena takut kehabisan unit atau tergiur harga murah. Pastikan properti yang ditawarkan benar-benar ada, jelas kepemilikannya, dan proses transaksinya masuk akal.
Transaksi properti yang aman umumnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan data properti, negosiasi harga, pembuatan kesepakatan tertulis, hingga proses pembayaran yang jelas. Jika ada pihak yang memaksa transaksi cepat tanpa penjelasan detail, sebaiknya Anda lebih waspada.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Rumah di Surabaya yang Nyaman dan Strategis
2. Pastikan Dokumen Perjanjian Jelas dan Disepakati Bersama
Dokumen perjanjian merupakan fondasi penting dalam transaksi properti. Baik itu jual beli maupun sewa, pastikan semua kesepakatan tertulis secara resmi dan disetujui oleh kedua belah pihak sebelum ada pembayaran.
Isi perjanjian harus mencakup harga, cara pembayaran, jangka waktu, kondisi properti, hingga hak dan kewajiban masing-masing pihak. Jangan pernah mengabaikan kontrak tertulis, karena dokumen inilah yang akan menjadi pegangan hukum apabila terjadi masalah di kemudian hari. Jika ada pihak yang menghindari pembuatan perjanjian, sebaiknya transaksi tersebut tidak dilanjutkan.
3. Transfer Dana Hanya ke Rekening Pemilik Sah
Salah satu tips aman transaksi properti yang paling krusial adalah memastikan tujuan pembayaran. Dana transaksi sebaiknya hanya ditransfer ke rekening atas nama pemilik sah properti, sesuai dengan identitas di KTP dan dokumen kepemilikan.
Hindari mentransfer uang ke rekening pihak ketiga tanpa alasan yang jelas. Jika diminta mengirim dana ke rekening berbeda dengan alasan darurat atau perwakilan, Anda wajib curiga. Ketidaksesuaian nama rekening sering kali menjadi indikasi awal terjadinya penipuan properti.
Baca Juga: Catat, Ini Perbedaan Sertifikat Tanah dan Rumah!
4. Lakukan Survey Langsung dan Bertemu Pemilik Properti
Jangan hanya mengandalkan foto atau video iklan. Melakukan viewing langsung ke lokasi properti adalah langkah penting dalam memastikan kondisi bangunan sesuai dengan deskripsi. Survey juga membantumu menilai lingkungan sekitar, akses jalan, serta fasilitas pendukung.
Selain itu, bertemu langsung dengan pemilik properti atau perwakilan resminya akan meningkatkan rasa aman dan kepercayaan dalam transaksi. Dari pertemuan ini, Anda juga bisa memastikan bahwa pihak yang menawarkan properti memang memiliki hak untuk menjual atau menyewakannya.
5. Waspadai Harga yang Terlalu Murah dari Pasaran
Harga yang jauh di bawah nilai pasar sering kali menjadi umpan dalam modus penipuan. Meskipun promo atau kondisi khusus memang bisa terjadi, perbedaan harga yang tidak masuk akal patut dicurigai.
Bandingkan harga properti dengan unit sejenis di lokasi yang sama. Dengan begitu, Anda bisa menilai apakah harga yang ditawarkan realistis atau justru berpotensi bermasalah. Ingat, dalam transaksi properti, harga murah belum tentu aman.
6. Periksa Legalitas dan Status Kepemilikan Properti
Tips aman transaksi properti berikutnya adalah memastikan legalitas properti. Pastikan sertifikat tanah atau bangunan sah, tidak dalam sengketa, dan sesuai dengan nama pemilik yang menawarkan. Untuk pembelian, cek jenis sertifikat seperti SHM atau SHGB dan masa berlakunya.
Jika Anda kurang memahami aspek legal, jangan ragu meminta bantuan profesional agar proses pengecekan lebih akurat dan tidak merugikan di kemudian hari.
Baca Juga: Perbedaan SHGB dan SHM, Jangan sampai Keliru
7. Gunakan Bantuan Agen Properti Profesional
Agar transaksi properti berjalan lebih aman, transparan, dan minim risiko, menggunakan jasa agen properti profesional adalah langkah yang sangat disarankan. Agen berpengalaman akan membantu memverifikasi properti, mendampingi proses negosiasi, hingga memastikan dokumen transaksi lengkap dan sesuai aturan.
Jika Anda ingin jual beli atau sewa properti dengan lebih aman dan nyaman, percayakan prosesnya kepada agen properti REMAX. Dengan jaringan luas, standar profesional tinggi, dan pendampingan menyeluruh, REMAX siap membantu mewujudkan transaksi properti yang aman, transparan, dan menguntungkan bagi semua pihak.






