REMAX Indonesia

Perbedaan Bunga Flat dan Efektif, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Intan DwiyantiDiperbaharui 19 Aug 2025, 16.39 WIB
Share
Perbedaan Bunga Flat dan Efektif, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Saat mengajukan pinjaman atau kredit, Anda mungkin sering mendengar istilah bunga flat dan bunga efektif. Kedua skema bunga ini sering digunakan oleh lembaga keuangan, dan penting bagi Anda untuk memahami perbedaan keduanya sebelum menandatangani perjanjian kredit. Dengan memahami perbedaan bunga flat dan efektif, Anda bisa memilih jenis pinjaman yang paling sesuai dengan kemampuan finansial Anda.


Apa Itu Bunga Bank?


1413fa19-69e8-43f2-a94b-cb1c77ad2721.jpg


Sebelum membahas lebih lanjut tentang perbedaan bunga flat dan efektif, mari pahami dulu definisi bunga dalam konteks perbankan. Bunga adalah biaya tambahan yang dikenakan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam atas penggunaan dana selama periode tertentu. Umumnya, bunga dinyatakan dalam bentuk persentase tahunan (annual percentage rate), namun bisa juga dihitung berdasarkan periode yang lebih pendek, tergantung ketentuan pinjaman.


Pengertian Bunga Flat


Bunga flat adalah metode perhitungan bunga yang mengacu pada jumlah pokok pinjaman awal. Dalam sistem ini, besar bunga yang harus dibayar setiap bulan bersifat tetap dan tidak berubah selama masa pinjaman. Artinya, meskipun jumlah utang Anda berkurang setiap bulan, bunga tetap dihitung dari jumlah awal pinjaman.


Contohnya, jika Anda meminjam Rp120 juta dengan bunga flat 10% per tahun selama 12 bulan, maka total bunga yang harus dibayar adalah Rp12 juta (10% dari Rp120 juta). Jumlah ini dibagi secara merata dalam 12 bulan, sehingga total angsuran Anda sekitar Rp11 juta per bulan (pokok + bunga).


Kelebihan dari bunga flat adalah Anda dapat memperkirakan jumlah cicilan dengan mudah karena angsurannya konsisten. Namun, sistem ini biasanya menghasilkan total pembayaran bunga yang lebih besar dibanding sistem bunga efektif.


Baca Juga: 7 KPR Milenial, Anak Muda Jadi Gampang Beli Rumah


Pengertian Bunga Efektif


Sebaliknya, bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. Artinya, seiring menurunnya sisa utang, jumlah bunga yang dikenakan pun ikut menurun. Akibatnya, cicilan bulanan Anda akan semakin kecil dari waktu ke waktu.


Sebagai ilustrasi, jika Anda meminjam Rp120 juta dengan bunga efektif 10% per tahun dan jangka waktu 12 bulan, maka total pembayaran bisa lebih ringan dibanding sistem bunga flat. Cicilan bulan pertama mungkin sekitar Rp11 juta, namun cicilan berikutnya akan terus menurun seiring berkurangnya pokok utang.


Kelebihan sistem bunga efektif terletak pada efisiensi biaya bunga. Jika Anda berencana melunasi lebih awal, sistem ini memungkinkan Anda membayar sisa pokok yang lebih kecil dan tidak membayar bunga tetap seperti pada sistem flat.


Baca Juga: 5 Jenis Pinjaman Bank dengan Bunga Rendah, Cicilan jadi Lebih Ringan


Perbedaan Bunga Flat dan Efektif


77676ba1-f615-40cd-a36e-b55e0ae6ff19.jpg


Memahami perbedaan bunga flat dan efektif sangat penting sebelum Anda memilih produk pinjaman. Setiap sistem bunga memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda. Berikut sejumlah perbedaanya.


1. Cara Perhitungan Bunga


Perbedaan paling mendasar dari bunga flat dan bunga efektif terletak pada cara menghitung bunganya. Pada sistem bunga flat, bunga dihitung dari total pokok pinjaman di awal. Artinya, meskipun sisa utang berkurang setiap bulan karena cicilan, bunga tetap dikenakan dari jumlah awal pinjaman. Hal ini membuat besaran bunga yang dibayar setiap bulan selalu sama, tanpa mengalami penurunan.


Sebaliknya, bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok utang. Setiap kali Anda melakukan cicilan, sisa pokok utang akan berkurang, dan bunga bulan berikutnya akan dihitung dari nilai tersebut. Maka dari itu, total bunga yang dibayarkan setiap bulan akan semakin menurun. Cicilan bulan pertama biasanya yang paling besar, lalu akan terus berkurang seiring berjalannya waktu.


2. Jenis Kredit yang Menggunakan


Jenis kredit juga menentukan apakah akan menggunakan bunga flat atau bunga efektif. Umumnya, bunga flat lebih sering diterapkan pada pinjaman dengan jangka waktu pendek dan nilai pinjaman yang relatif kecil. Contohnya adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA), kredit elektronik, dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Sistem ini dipilih karena memberikan kepastian nominal cicilan yang tetap setiap bulan, sehingga memudahkan pengelolaan anggaran.


Sementara itu, bunga efektif lebih sering digunakan untuk pinjaman jangka panjang dengan nominal besar, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit investasi, atau kredit modal usaha. Karena cicilan bunga menurun seiring waktu, sistem ini dianggap lebih adil untuk pinjaman dalam jangka waktu panjang dan dengan nilai yang cukup besar.


3. Kelebihan Masing-Masing


Setiap sistem bunga memiliki kelebihannya masing-masing. Bunga flat menawarkan kemudahan dalam perhitungan karena besaran cicilan tidak berubah dari bulan ke bulan. Ini cocok untuk Anda yang menginginkan kestabilan pembayaran dan tidak ingin dipusingkan dengan perubahan jumlah cicilan. Anda juga bisa merencanakan keuangan dengan lebih pasti sejak awal.


Di sisi lain, bunga efektif memiliki keunggulan dari sisi efisiensi biaya. Karena bunga dihitung berdasarkan sisa utang, total bunga yang dibayarkan selama masa pinjaman akan lebih kecil dibanding bunga flat. Selain itu, jika Anda berencana melunasi pinjaman lebih awal, sistem bunga efektif sangat menguntungkan karena Anda hanya perlu melunasi sisa pokok utang yang tersisa tanpa dikenakan bunga tambahan yang sudah dipatok sejak awal.


Baca Juga: Benarkah Bunga KTA Rendah? Ini Suku Bunga dan Persyaratannya


4. Kekurangan Masing-Masing


Bunga flat, meskipun mudah dihitung dan cicilannya tetap, membuat total bunga yang Anda bayarkan lebih besar, terutama jika jangka waktu pinjaman cukup panjang. Karena bunga dihitung dari pokok awal tanpa mempertimbangkan penurunan sisa utang, maka Anda bisa jadi membayar bunga lebih tinggi daripada yang seharusnya.


Sementara itu, kekurangan dari bunga efektif terletak pada fluktuasi jumlah cicilan. Karena cicilan berkurang secara bertahap, Anda perlu lebih teliti dalam mengatur keuangan di awal masa pinjaman, saat cicilan masih tinggi. Selain itu, sistem ini bisa membingungkan bagi sebagian orang karena nilai cicilan berubah tiap bulan, sehingga memerlukan perencanaan keuangan yang lebih fleksibel.


Dengan memahami perbedaan bunga flat dan efektif secara menyeluruh, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat saat memilih jenis pinjaman. Pertimbangkan kebutuhan, kemampuan finansial, serta rencana pembayaran jangka panjang Anda sebelum menentukan skema bunga yang paling sesuai.



Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon