REMAX Indonesia

Tips Membeli Rumah Pertama, Agar Tidak Salah Langkah

Intan DwiyantiDiperbaharui 05 Aug 2025, 17.27 WIB
Share
Tips Membeli Rumah Pertama, Agar Tidak Salah Langkah

Membeli rumah pertama adalah momen penting dalam hidup. Tak hanya jadi simbol kemandirian finansial, keputusan ini juga menentukan kenyamanan dan stabilitas hidup di masa depan. Tapi prosesnya tidak selalu mudah, banyak orang bingung harus mulai dari mana, terutama jika belum pernah berkecimpung dalam dunia properti. Untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat, berikut beberapa tips membeli rumah pertama yang wajib Anda perhatikan.


1. Kenali Kebutuhan dan Keinginan Rumah Ideal


Sebelum mulai survei rumah, pikirkan dulu seperti apa rumah yang Anda butuhkan. Misalnya, jika tinggal sendiri, mungkin rumah kecil dengan dua kamar sudah cukup. Tapi jika Anda berencana berkeluarga dalam waktu dekat, rumah dengan tiga kamar tidur dan halaman bisa jadi lebih sesuai.


Selain itu, pertimbangkan juga faktor lain seperti tata letak ruangan, pencahayaan alami, dan apakah Anda butuh garasi atau tidak. Buat daftar prioritas, mana yang wajib dimiliki dan mana yang sekadar “nice to have”. Ini akan membantu menyaring pilihan dengan lebih efektif, sehingga tidak mudah terjebak membeli rumah hanya karena tampak menarik di luar.


2. Tentukan Bujet yang Realistis 


Harga rumah tidak hanya ditentukan oleh ukuran dan lokasi, tapi juga oleh kemampuan finansial. Sebelum mencari rumah, pastikan Anda mengetahui batas kemampuan keuangan. Hitung penghasilan dan pengeluaran bulanan, lalu tentukan berapa besar cicilan rumah yang bisa Anda tanggung tanpa mengganggu kebutuhan lain.


Idealnya, cicilan rumah tidak melebihi 30-40% dari penghasilan bersih bulanan. Jangan lupa juga menyiapkan dana untuk uang muka (down payment) yang biasanya berkisar 10-20% dari harga rumah. Dengan anggaran yang realistis, Anda bisa membeli rumah tanpa harus berkorban terlalu besar di aspek lain.


3. Perhitungkan Biaya-Biaya Tambahan


Banyak orang mengira bahwa membeli rumah hanya soal membayar harga jualnya. Padahal, ada sederet biaya lain yang sering kali mengejutkan pembeli pemula. Beberapa biaya tambahan yang wajib Anda anggarkan antara lain:


  • Biaya notaris dan pengurusan dokumen
  • Pajak pembeli (BPHTB)
  • Biaya appraisal dari bank (jika mengajukan KPR)
  • Biaya balik nama sertifikat
  • Biaya pindahan dan renovasi awal


Pastikan Anda sudah siap dengan dana cadangan untuk menutupi kebutuhan ini. Jangan sampai rumah sudah dibayar, tapi Anda kesulitan menempatinya karena tidak ada dana untuk pindah atau memperbaiki kerusakan kecil.


Baca Juga: 8 Cara Menabung untuk Beli Rumah


4. Survei Langsung dan Periksa Kondisi Fisik Bangunan


Melihat foto rumah di internet memang bisa menggoda, tapi jangan langsung percaya sebelum survei langsung. Pastikan Anda mengecek kondisi rumah secara fisik, mulai dari tembok, atap, saluran air, hingga instalasi listrik.


Periksa apakah ada keretakan di dinding, kelembapan, atau plafon bocor. Pastikan juga rumah punya sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan alami yang cukup. Jika tidak yakin, Anda bisa ajak orang yang lebih paham konstruksi untuk ikut menilai rumah yang Anda incar.


5. Pilih Lokasi yang Sesuai Gaya Hidup dan Mobilitas


Lokasi adalah salah satu faktor terpenting dalam membeli rumah. Lokasi yang strategis akan memudahkan aktivitas harian sekaligus menjaga nilai investasi properti tetap tinggi di masa depan. Idealnya, rumah yang Anda pilih dekat dengan tempat kerja, fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pusat belanja, dan memiliki akses transportasi yang baik.


Perhatikan juga kondisi lingkungan sekitar, apakah aman, ramai, atau terlalu sepi. Jangan hanya terpaku pada harga murah di pinggiran kota jika ternyata lokasinya menyulitkan aktivitas harian Anda.


Baca Juga: Tanpa Riba, Ini Jenis dan Syarat KPR Syariah!


6. Pelajari Suasana dan Keamanan Lingkungan Sekitar


Rumah yang bagus akan terasa kurang jika berada di lingkungan yang tidak nyaman. Luangkan waktu untuk mengenal lingkungan sekitar rumah. Kunjungi area tersebut pada jam-jam berbeda (pagi, siang, dan malam) untuk mengetahui apakah ada kebisingan berlebihan, pencahayaan jalan yang memadai, atau aktivitas yang mencurigakan.


Anda juga bisa bertanya kepada tetangga sekitar tentang keamanan, budaya lingkungan, atau potensi banjir. Semakin mengenal lingkungan rumah, semakin yakin Anda dalam mengambil keputusan nantinya.


7. Periksa Legalitas dan Dokumen Rumah


Jangan tergiur harga murah sebelum memastikan legalitas rumah yang ingin Anda beli. Periksa kelengkapan dokumen seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta surat-surat lain yang berkaitan.


Jika rumah tersebut masih dalam proses KPR dari pemilik sebelumnya, pastikan proses over kredit dilakukan secara resmi melalui bank. Jangan pernah membeli rumah tanpa dokumen sah, karena risiko hukum di kemudian hari sangat besar.


Baca Juga: Syarat dan Cara Mengajukan KPR Karyawan


8. Pelajari Potensi Kenaikan Nilai Properti


Meskipun membeli rumah untuk ditinggali, tidak ada salahnya mempertimbangkan aspek investasi. Rumah di kawasan yang sedang berkembang atau dekat proyek infrastruktur seperti jalan tol atau stasiun biasanya punya potensi kenaikan harga yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan.


Cari tahu rencana tata kota di daerah tersebut, proyek-proyek baru yang akan dibangun, serta tren harga properti. Informasi ini akan membantu Anda mengambil keputusan lebih strategis.


9. Pertimbangkan Menggunakan Bantuan Agen Properti Profesional


Jika merasa kewalahan atau tidak punya banyak waktu untuk mencari rumah sendiri, tidak ada salahnya meminta bantuan agen properti. Agen profesional bisa membantu mencarikan rumah sesuai kriteria dan anggaran, mengatur jadwal survei, hingga mengurus dokumen pembelian.


Pilih agen dari kantor properti terpercaya, seperti RE/MAX Indonesia, yang sudah berpengalaman dan memiliki jaringan luas. Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang dan fokus dalam membuat keputusan.


10. Perhatikan Kualitas Material Bangunan


Jangan hanya tertarik pada desain rumah yang cantik. Cek juga kualitas material yang digunakan. Rumah dengan bahan bangunan berkualitas tinggi akan lebih tahan lama dan minim perawatan, dibanding rumah yang dibangun dengan material seadanya.


Tanyakan pada penjual atau developer tentang jenis lantai, dinding, atap, dan rangka bangunan. Jika merasa ragu, minta waktu untuk melakukan inspeksi lebih mendalam atau mintalah jaminan garansi dari pihak penjual.


Membeli rumah pertama memang tidak mudah, tapi bukan berarti Anda tidak bisa menjalaninya dengan lancar. Dengan mempersiapkan diri dan memahami semua aspek yang perlu dipertimbangkan, Anda bisa memilih rumah yang tepat, baik untuk ditinggali maupun untuk investasi jangka panjang. Jadi, jangan terburu-buru, pastikan Anda memilih dengan hati-hati dan penuh perhitungan.


Jika Anda ingin panduan lebih lanjut atau butuh bantuan memilih rumah yang sesuai, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan agen properti profesional seperti RE/MAX Indonesia. Selamat berburu rumah pertama!



Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon