REMAX Indonesia

Perbedaan Townhouse dan Cluster

Intan DwiyantiDiperbaharui 14 Oct 2025, 09.54 WIB
Share
Perbedaan Townhouse dan Cluster

Mencari hunian ideal memang bukan hal mudah. Banyak pilihan konsep rumah ditawarkan pengembang, mulai dari perumahan biasa, cluster, hingga townhouse. Nah, mungkin Anda pernah mendengar istilah townhouse dan cluster, tapi bingung apa sebenarnya perbedaan keduanya.


Keduanya memang sama-sama menawarkan lingkungan hunian yang lebih terbatas dan privat dibanding perumahan konvensional. Namun, ada sejumlah perbedaan mendasar yang membuat townhouse dan cluster punya karakteristik tersendiri. Memahami perbedaan ini penting, supaya Anda bisa menentukan hunian yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.


Jumlah Unit di Townhouse Lebih Terbatas


townhouse dengan desain eksklusif


Salah satu ciri khas townhouse adalah jumlah unit yang lebih sedikit dibanding cluster. Biasanya, sebuah proyek townhouse hanya terdiri dari belasan hingga puluhan unit saja. Tujuannya jelas, agar tercipta lingkungan yang lebih privat, tenang, dan eksklusif.


Berbeda dengan cluster, yang meskipun tetap lebih terbatas dibanding perumahan biasa, jumlah unitnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan. Akibatnya, interaksi antar penghuni bisa lebih ramai, tapi privasinya mungkin sedikit berkurang dibanding townhouse.


Jika Anda tipe orang yang menyukai suasana tenang, eksklusif, dan tidak terlalu banyak tetangga, maka townhouse bisa jadi pilihan tepat. Namun, kalau Anda lebih nyaman dengan suasana yang hidup dan banyak interaksi sosial, cluster bisa lebih sesuai.


Desain Unit Townhouse Lebih Eksklusif


Townhouse umumnya dirancang dengan desain rumah yang estetik, modern, dan penuh nilai prestise. Tidak jarang pengembang menghadirkan konsep arsitektur unik seperti gaya industrial, modern tropis, hingga green architecture dengan tambahan fitur ramah lingkungan seperti solar panel.


Bandingkan dengan cluster, yang biasanya menggunakan desain populer seperti minimalis atau kontemporer. Desain ini tetap menarik dan fungsional, hanya saja lebih seragam dan umum ditemui.


Eksklusivitas desain pada townhouse inilah yang membuat harga unitnya cenderung lebih tinggi dibanding cluster. Namun, harga tersebut sebanding dengan rasa bangga dan prestise yang Anda dapatkan sebagai penghuni.


Baca Juga: Mengenal SP3K KPR: Dokumen Penting dalam Proses Pembelian Rumah


Fasilitas Townhouse Lebih Lengkap


Hal lain yang membedakan townhouse dengan cluster adalah kelengkapan fasilitasnya. Townhouse umumnya dilengkapi berbagai fasilitas premium seperti kolam renang, club house, taman bermain, gym, jalur jogging, smart home system, hingga ruang serbaguna untuk pesta atau acara komunitas.


Sementara itu, cluster biasanya menawarkan fasilitas standar yang lebih sederhana, misalnya keamanan 24 jam, CCTV, dan one gate system. Meski tetap nyaman, fasilitas di cluster biasanya tidak selengkap townhouse.


Jika Anda menginginkan gaya hidup praktis, di mana semua kebutuhan hiburan dan olahraga bisa dipenuhi di dalam kompleks hunian, townhouse adalah pilihan yang pas.


Cluster Punya Ruang Bersama Lebih Luas


cc691557-cf10-4417-a736-3a354c5abea2.jpg


Meski fasilitas townhouse lebih lengkap, cluster punya keunggulan lain, yaitu ruang bersama yang biasanya lebih luas. Karena jumlah unitnya lebih banyak dan lahan yang digunakan cenderung lebih besar, ruang terbuka di cluster seperti taman hijau, jalur pedestrian, atau area bermain bisa lebih lega.


Ruang bersama yang luas ini membuat anak-anak lebih leluasa bermain dan penghuni bisa lebih sering bersosialisasi. Jadi, kalau Anda tipe orang yang suka lingkungan yang ramai, interaktif, dan penuh kegiatan bersama, cluster bisa lebih cocok dibanding townhouse.


Tentu, untuk memastikan kenyamanan, agen properti RE/MAX bisa membantu Anda menemukan cluster yang sesuai dengan gaya hidup Anda.


Baca Juga: Rumah Indent: Keuntungan dan Alasan Mengapa Layak Dipertimbangkan


Jumlah Lantai di Townhouse Lebih Banyak


Karena lahan yang digunakan untuk membangun townhouse biasanya lebih terbatas, pengembang menyiasatinya dengan membuat rumah bertingkat 3 hingga 4 lantai. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan ruangan lebih banyak dalam tapak lahan yang tidak terlalu besar.


Rumah townhouse umumnya memiliki 3–4 kamar tidur, ruang keluarga di lebih dari satu lantai, bahkan ada yang sudah dilengkapi rooftop atau balkon dengan pemandangan menarik. Hal ini tentu cocok untuk keluarga dengan anggota 3–4 orang yang membutuhkan ruang lebih luas tanpa harus tinggal di lahan yang besar.


Sedangkan rumah di cluster biasanya hanya memiliki 1–2 lantai saja. Desain ini lebih cocok bagi keluarga kecil atau pasangan muda yang tidak terlalu membutuhkan banyak ruangan.


Kalau Anda ingin rumah bertingkat dengan ruang ekstra untuk keluarga, maka townhouse bisa menjadi opsi terbaik. 


Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Balik Nama Rumah dan Prosedur Lengkapnya


Jadi, Pilih Townhouse atau Cluster?


Townhouse dan cluster sama-sama punya keunggulan masing-masing. Townhouse menawarkan eksklusivitas, jumlah unit terbatas, desain mewah, serta fasilitas lengkap yang menunjang gaya hidup modern. Sementara itu, cluster menghadirkan lingkungan yang lebih luas, jumlah unit lebih banyak, dan suasana komunitas yang hangat.


Pilihan terbaik tentu bergantung pada kebutuhan. Jika Anda lebih mementingkan privasi dan gaya hidup eksklusif, townhouse bisa jadi pilihan utama. Tetapi, kalau Anda lebih nyaman dengan lingkungan yang ramai, banyak interaksi, dan ruang terbuka luas, maka cluster lebih cocok.


Apa pun keputusan Anda, penting untuk memilih hunian melalui agen properti yang profesional dan terpercaya. Dengan RE/MAX, Anda tidak hanya dibantu menemukan rumah idaman, tetapi juga mendapatkan layanan menyeluruh dari proses survei, negosiasi harga, hingga pengurusan dokumen. Jadi, perjalanan mencari rumah idaman akan jauh lebih mudah dan aman. Anda juga bisa cek pilihan rumah terbaik di sini



Komentar

Belum ada komentar
logo remax baloon