Kapan Waktu yang Tepat untuk Jual Beli Rumah? Ini Panduannya

Transaksi properti bukan hal yang bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Baik membeli maupun menjual rumah, semuanya membutuhkan perhitungan matang agar Anda mendapatkan harga terbaik. Menentukan waktu yang tepat untuk jual beli rumah adalah salah satu strategi penting yang sering terlewatkan.
Bukan soal keberuntungan atau hal gaib, tetapi tentang membaca kondisi pasar, memanfaatkan momen, dan memahami faktor ekonomi yang memengaruhi pergerakan harga properti. Rumah adalah aset bernilai tinggi, jadi setiap keputusan harus diambil dengan cermat. Penjual tentu ingin meraih keuntungan maksimal, sedangkan pembeli berharap mendapat harga ideal, bukan terlalu mahal atau di atas nilai pasar.
Lalu, sebenarnya kapan waktu terbaik untuk membeli ataupun menjual rumah? Berikut ulasan lengkapnya.
Waktu yang Tepat untuk Membeli Properti
Menemukan momen yang tepat saat membeli rumah bisa membantu Anda menghemat biaya sekaligus memberi peluang peningkatan nilai investasi di masa depan. Berikut beberapa waktu strategis untuk mempertimbangkannya.
1. Ketika Developer Melakukan Launching atau Promo
Salah satu momen emas untuk membeli rumah adalah saat pengembang meluncurkan proyek baru. Pada fase ini, biasanya tersedia berbagai penawaran menarik seperti potongan harga, subsidi uang muka, hingga pembebasan biaya-biaya seperti BPHTB atau notaris.
Promo ini biasanya bersifat terbatas sehingga pembeli berkesempatan mendapatkan harga lebih rendah daripada harga pasar. Selain itu, pilihan unit masih lengkap, memungkinkan Anda memilih posisi rumah yang paling strategis.
Baca Juga: Kelebihan KPR yang Bikin Banyak Orang Beli Rumah
2. Saat Suku Bunga KPR Sedang Rendah
Bagi pembelian rumah dengan cara kredit, suku bunga KPR adalah faktor besar yang memengaruhi cicilan. Ketika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, biasanya bank akan ikut menyesuaikan bunga kredit.
Inilah momen ideal bagi pembeli yang ingin mendapatkan cicilan lebih ringan dan total biaya pembelian yang lebih hemat. Di saat-saat ini pula peluang persetujuan pengajuan KPR cenderung lebih besar karena risiko kredit dianggap lebih rendah.
3. Pada Periode Krisis Ekonomi atau Perlambatan Pasar
Meski terdengar berisiko, kondisi ekonomi yang melemah justru bisa menjadi kesempatan untuk membeli rumah dengan harga di bawah pasar. Banyak pemilik properti yang ingin menjual cepat demi kebutuhan likuiditas sehingga menawarkan harga yang lebih kompetitif.
Namun, calon pembeli harus tetap melakukan analisis matang terkait lokasi, prospek jangka panjang, dan kebutuhan pribadi (investasi atau hunian).
Baca Juga: Tips Lolos KPR agar Pengajuan Rumah Disetujui Bank
4. Menjelang Akhir Tahun atau Setelah Lebaran
Akhir tahun dan masa setelah Lebaran adalah periode ketika aktivitas pasar properti cenderung melambat. Pada momen ini, penjual maupun developer biasanya lebih terbuka terhadap negosiasi demi mengejar target penjualan.
Selain itu, banyak bank dan pengembang menawarkan program khusus seperti DP ringan, bunga fix jangka panjang, atau cashback, membuat momen ini ideal untuk membeli properti dengan harga lebih baik.
Waktu yang Tepat untuk Menjual Properti
Tidak hanya pembelian, menjual rumah juga punya momen terbaik. Menentukan timing yang tepat akan membantu Anda mendapatkan harga maksimal dan mempercepat proses penjualan.
1. Setelah Kepemilikan Properti Berjalan Minimal 5 Tahun
Secara umum, nilai properti akan meningkat signifikan setelah lima tahun. Pada periode ini, kawasan biasanya sudah berkembang, dan harga pasar cenderung naik.
Menjual terlalu cepat bisa membuat margin keuntungan kecil karena masih dihitung dengan biaya pembelian, biaya renovasi, hingga pajak. Karena itu, menjual properti setelah lima tahun sering menjadi strategi terbaik untuk memperoleh capital gain optimal.
2. Ketika Permintaan Pasar Sedang Tinggi
Pasar properti memiliki siklus, dan nilai jual properti akan naik ketika permintaan meningkat. Hal ini biasanya terjadi saat ekonomi stabil, bunga KPR rendah, atau muncul kebijakan pemerintah yang mendukung sektor properti.
Di masa ini, jumlah calon pembeli bertambah sehingga Anda memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan berpeluang menjual rumah dengan harga lebih tinggi serta proses penjualan yang lebih cepat.
Baca Juga: PPN DTP Diperpanjang sampai 2027, Ini saatnya Beli Rumah?
3. Ketika Infrastruktur Sekitar Mengalami Pembangunan
Pembangunan fasilitas umum seperti stasiun, jalan tol, pusat perbelanjaan, rumah sakit, atau sekolah dapat meningkatkan nilai jual properti secara signifikan.
Jika di sekitar rumah Anda muncul proyek infrastruktur baru, ini adalah momen strategis untuk menjual karena minat pembeli terhadap lokasi tersebut akan meningkat. Anda bisa memanfaatkan situasi ini untuk menawarkan properti dengan harga lebih premium.
4. Pada Awal Tahun atau Setelah Libur Besar
Awal tahun dan periode setelah Lebaran merupakan waktu ketika banyak orang mulai menyusun rencana hidup baru, termasuk membeli rumah. Aktivitas pencarian properti di situs penjualan rumah dan agen properti juga meningkat.
Menjual pada momen ini memungkinkan listing rumah Anda mendapat lebih banyak eksposur sehingga peluang mendapatkan penawaran lebih cepat juga makin besar.
Menentukan waktu yang tepat untuk jual beli rumah adalah langkah penting untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari risiko kerugian. Baik sebagai penjual maupun pembeli, memahami kondisi pasar, suku bunga, hingga momen promosi dapat menjadi kunci keberhasilan transaksi properti.
Dengan perencanaan matang dan strategi yang tepat, Anda bisa mendapatkan harga terbaik dan menjadikan properti sebagai aset investasi yang terus bertumbuh nilainya.
Anda juga bisa berkonsultasi dengan agen properti REMAX. Agen properti REMAX tersebar di berbagai daerah, seperti REMAX Eagle jika ingin membeli rumah atau properti di Surabaya dan daerah Jawa Timur lainnya. Ada Juga REMAX Jaya, Dewata dan REMAX lainnya di Bali. Anda juga bisa temukan berbagai agen properti REMAX lain di berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Purwokerto dan lainnya.






