Jangan Keliru, Ini Perbedaan Hibah dan Warisan

Memahami perbedaan hibah dan warisan adalah langkah penting dalam merencanakan keuangan jangka panjang. Keduanya sama-sama berkaitan dengan pemberian harta, tetapi memiliki aturan, tujuan, serta waktu penyerahan yang sangat berbeda. Banyak orang yang masih keliru menganggap hibah dan warisan sebagai hal yang sama, padahal keduanya punya konsekuensi hukum yang tidak bisa diabaikan.
Sebelum masuk lebih jauh ke dalam perbedaan hibah dan warisan, penting untuk memahami dasar dari kedua istilah tersebut. Dengan mengetahui pengertian hibah dan warisan, Anda bisa memiliki gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana harta diserahkan, kapan prosesnya dilakukan, serta tujuan finansial di baliknya.
Apa Itu Hibah?
Hibah merupakan pemberian harta yang dilakukan ketika pemberinya masih hidup. Aset yang diberikan bisa berupa uang tunai, tanah, bangunan, kendaraan, atau bentuk kekayaan lainnya. Dalam praktiknya, hibah sering dilakukan sebagai bentuk dukungan finansial kepada keluarga atau pihak tertentu.
Secara hukum, ketika hibah diberikan, hak kepemilikan atas aset tersebut langsung berpindah kepada penerima. Artinya, pemberi hibah tidak lagi memiliki wewenang atau kontrol terhadap aset tersebut. Contoh hibah yang umum terjadi misalnya orang tua memberikan sebidang tanah kepada anaknya untuk membangun rumah, atau seseorang menghibahkan tanah untuk pembangunan tempat ibadah.
Baca Juga: Cara Bayar PBB Online, Lebih Praktis dan Aman
Apa Itu Waris?
Waris atau barang yang diwariskan adalah harta yang diberikan setelah pemiliknya meninggal dunia. Proses pembagian warisan biasanya mengikuti isi wasiat jika ada, atau berdasarkan hukum yang berlaku apabila tidak ada dokumen wasiat. Dalam ajaran agama tertentu seperti Islam, pembagian warisan diatur dengan ketentuan yang sangat jelas, termasuk besaran hak bagi setiap ahli waris.
Contoh warisan adalah ketika seseorang menuliskan bahwa rumahnya akan diwariskan kepada anak-anaknya. Aset itu baru dapat beralih kepemilikannya setelah pemiliknya meninggal, bukan sebelumnya. Karena melibatkan proses hukum yang lebih panjang, warisan sering memerlukan verifikasi, pelaksanaan wasiat, hingga penyelesaian administrasi.
Baca Juga: Mau Mengurus Turun Waris di Notaris? Ternyata Ini Biayanya!
Perbedaan Hibah dan Warisan
Untuk memahami perbedaan hibah dan warisan, ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan: sumber dana, tujuan pemberian, serta proses hukum yang melibatkan keduanya.
1. Sumber Dana dan Waktu Penyerahan
Hibah diberikan ketika pemberi masih hidup dan dilakukan secara langsung. Karena itu, proses hibah cenderung lebih cepat dan sederhana.
Sementara itu, warisan baru bisa diserahkan setelah pemberi meninggal dunia. Proses ini melibatkan tahapan hukum yang lebih panjang, seperti validasi wasiat atau penetapan ahli waris.
2. Tujuan dan Niat Pemberian
Hibah umumnya memiliki tujuan yang bersifat langsung. Pemberi hibah ingin membantu atau mendukung kondisi finansial penerima secara nyata saat mereka masih hidup. Misalnya untuk membantu pendidikan, membeli properti, atau mendukung kegiatan sosial.
Warisan memiliki tujuan jangka panjang. Aset yang diwariskan biasanya bertujuan memberikan keamanan finansial setelah pemberi meninggal dunia. Dengan warisan, pemilik aset dapat memastikan harta mereka jatuh pada orang-orang yang tepat dan sesuai dengan keinginannya.
Baca Juga: 10 Bank yang Bisa Take Over KPR, Syaratnya Mudah!
3. Proses Hukum yang Berlaku
Hibah memiliki prosedur hukum yang lebih sederhana. Selama ada persetujuan dan dokumen yang jelas, hibah bisa langsung dipindahkan kepada penerima.
Proses warisan lebih kompleks karena baru terjadi setelah pemberi meninggal. Dokumen seperti wasiat harus diverifikasi, dan jika tidak ada wasiat, maka pembagian harta mengikuti hukum waris yang berlaku.
Secara garis besar, perbedaan hibah dan warisan terletak pada waktu pemberian, tujuan, serta proses hukum yang mengikutinya. Hibah diberikan saat pemberinya masih hidup, sementara warisan hanya dapat diterima setelah pemberi meninggal dunia. Baik hibah maupun warisan sama-sama penting dalam perencanaan keuangan, terutama jika Anda ingin memastikan masa depan keluarga tetap aman.
Jika Anda sedang mempertimbangkan mengelola aset seperti tanah atau rumah, bekerja sama dengan agen profesional dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat. Untuk urusan jual beli properti, percayakan prosesnya kepada agen properti REMAX yang berpengalaman dan terpercaya.






