Bunga Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Perhitungannya

Saat Anda mencicil pinjaman dengan nominal yang sama setiap bulan, itu berarti Anda sedang menggunakan sistem bunga anuitas. Skema ini membuat pembayaran terasa lebih ringan dan teratur karena nilai angsuran bulanan selalu tetap, meskipun komposisi antara pokok dan bunga bisa berubah setiap waktu. Yuk, pahami lebih lanjut apa itu bunga anuitas, jenis-jenisnya, rumus perhitungan, hingga kelebihan dan kekurangannya!
Apa Itu Bunga Anuitas?

Bunga anuitas adalah metode pembayaran cicilan pinjaman di mana total angsuran per bulan, gabungan antara pokok pinjaman dan bunga ditetapkan dalam jumlah yang sama selama periode tenor.
Sistem ini banyak digunakan dalam produk-produk keuangan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor, hingga pembiayaan alat elektronik. Pada awal masa cicilan, porsi bunga lebih besar, sementara porsi pokok kecil. Seiring waktu, porsi bunga akan menurun dan porsi pokok meningkat.
Baca Juga: Perbedaan Bunga Flat dan Efektif, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Jenis-Jenis Bunga Anuitas
Terdapat beberapa varian bunga anuitas yang diterapkan dalam praktik keuangan. Berikut jenis-jenisnya:
1. Anuitas Jatuh Tempo
Pembayaran dilakukan secara rutin di awal periode. Contoh umum: pembayaran sewa rumah atau premi asuransi.
2. Anuitas Langsung
Cicilan dibayar secara berkala tanpa ada penundaan waktu. Umumnya digunakan dalam pembelian barang secara kredit.
3. Anuitas Sederhana
Cicilan dibayar di akhir periode. Ini biasa ditemukan dalam pembayaran kupon obligasi atau pinjaman berbunga tetap.
4. Anuitas Tertunda
Pembayaran dilakukan setelah jangka waktu tertentu. Cocok untuk instrumen investasi atau deposito yang cair setelah beberapa bulan atau tahun.
5. Rumus Bunga Anuitas
Ada beberapa pendekatan dalam menghitung bunga anuitas, namun rumus dasarnya adalah:
Rumus Sederhana:
Bunga = Saldo Pokok x Suku Bunga x (30 / 360)
Keterangan:
Saldo Pokok: Sisa pinjaman bulan sebelumnya
Suku Bunga: Bunga tahunan dalam bentuk desimal (misal 10% = 0,10)
30 & 360: Asumsi jumlah hari dalam bulan dan tahun
Rumus Lanjutan untuk Total Angsuran Tetap:
A = P x i x [(1+i)^t / ((1+i)^t - 1)]
Keterangan:
A: Jumlah angsuran bulanan
P: Pokok pinjaman
i: Suku bunga per bulan (bunga tahunan dibagi 12)
t: Jumlah tenor atau periode cicilan
Contoh Perhitungan Bunga Anuitas
Misalnya Anda mengambil pinjaman sebesar Rp20.000.000 dengan bunga 10% per tahun selama 12 bulan.
1. Hitung Bunga Bulanan:
Bunga = 20.000.000 x 0,10 x (30/360)
= 20.000.000 x 0,10 x 0,0833
= Rp166.667
2. Hitung Angsuran Bulanan:
Pokok bulanan = Rp20.000.000 / 12 = Rp1.666.667
Total angsuran = Pokok + Bunga = Rp1.666.667 + Rp166.667 = Rp1.833.334
Jadi, cicilan bulan pertama adalah sekitar Rp1.833.334, dan nilai ini akan tetap sama hingga akhir tenor.
Baca Juga: Ketahui Jenis-jenis Bunga Bank, Berpengaruh Pada Cicilan Anda!
Kelebihan Sistem Bunga Anuitas
- Pembayaran Stabil: Membantu perencanaan anggaran karena angsuran tidak berubah.
- Risiko Keterlambatan Lebih Rendah: Cicilan yang tetap mempermudah pembayaran tepat waktu.
- Terlihat Disiplin: Konsistensi bayar cicilan dapat membantu membangun skor kredit.
Bunga anuitas adalah sistem cicilan tetap yang banyak digunakan dalam pinjaman jangka menengah hingga panjang. Cocok untuk kamu yang ingin kestabilan pembayaran bulanan tanpa kejutan biaya. Meski memiliki beberapa kekurangan, jenis bunga ini tetap jadi pilihan favorit karena mudah dikelola dan diprediksi.
Jika Anda berencana mengajukan KPR, pahami sistem bunga anuitas ini agar bisa mengatur strategi pembayaran dengan lebih bijak.






