7 Kesalahan Umum Saat Memulai Franchise Properti dan Cara Menghindarinya

Memulai franchise properti sering dianggap sebagai jalan pintas untuk masuk ke industri real estate dengan sistem yang sudah terbukti. Brand yang dikenal, SOP yang matang, serta dukungan pelatihan menjadi daya tarik utama. Namun, di balik peluang besar tersebut, tidak sedikit pebisnis yang gagal berkembang karena melakukan kesalahan sejak awal. Agar investasi dan usaha yang dijalankan tidak sia-sia, penting untuk memahami kesalahan umum saat memulai franchise properti dan cara menghindarinya.
1. Kurang Riset terhadap Brand Franchise Properti
Kesalahan paling mendasar adalah memilih franchise properti hanya karena nama besar, tanpa riset mendalam. Banyak calon franchisee tidak mempelajari reputasi brand, rekam jejak manajemen, hingga kinerja jaringan agennya.
Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Lakukan riset menyeluruh sebelum bergabung. Pelajari sistem bisnis, model komisi, dukungan pemasaran, hingga testimoni franchisee yang sudah bergabung. Pastikan franchise properti tersebut memiliki visi jangka panjang dan terus berinovasi mengikuti perkembangan pasar.
2. Mengabaikan Kesiapan Modal dan Arus Kas
Sebagian pebisnis hanya fokus pada franchise fee di awal, tanpa memperhitungkan kebutuhan modal operasional jangka menengah. Akibatnya, bisnis berjalan tersendat sebelum mencapai titik impas.
Supaya hal tersebut tidak terjadi, susunlah perencanaan keuangan yang realistis. Hitung kebutuhan modal untuk operasional kantor, pemasaran, perekrutan agen, hingga biaya pelatihan. Franchise properti yang sehat biasanya transparan dalam menjelaskan estimasi biaya dan potensi keuntungan.
Baca Juga: Tak Perlu Lagi Ragu Join Franchise, ini 5 Keuntungan yang Akan Anda Dapatkan!
3. Tidak Memahami Karakter Pasar Lokal
Mengandalkan sistem franchise saja tanpa memahami pasar lokal adalah kesalahan serius. Setiap wilayah memiliki karakter pembeli, jenis properti favorit, serta daya beli yang berbeda.
Pelajari kondisi pasar properti di wilayah Anda, mulai dari tren harga, segmen pembeli, hingga jenis properti yang paling diminati. Franchise properti yang baik akan membantu Anda mengadaptasi strategi nasional ke kebutuhan lokal.
4. Salah Memilih dan Mengelola Agen Properti
Agen adalah ujung tombak dalam bisnis properti. Namun, banyak pemilik franchise yang merekrut agen tanpa seleksi ketat atau tidak memberikan pendampingan yang memadai.
Bangun tim agen yang berkualitas melalui proses rekrutmen yang terstruktur. Pastikan franchise properti pilihan Anda menyediakan sistem pelatihan, coaching, dan pengembangan skill agen secara berkelanjutan agar produktivitas tim terus meningkat.
5. Kurang Aktif dalam Pemasaran dan Branding
Kesalahan umum lainnya adalah menganggap brand franchise sudah cukup kuat tanpa perlu upaya pemasaran tambahan. Padahal, persaingan di industri properti semakin ketat, terutama di era digital.
Manfaatkan dukungan pemasaran dari franchisor dan kombinasikan dengan strategi branding lokal. Optimalkan media sosial, listing properti online, serta personal branding agen untuk menjangkau lebih banyak klien potensial.
Baca Juga: 5 Cara Memilih Franchise Properti yang Tepat untuk Pemula
6. Tidak Mengikuti Sistem dan SOP Franchise
Sebagian franchisee merasa lebih nyaman menjalankan bisnis dengan cara sendiri dan mengabaikan SOP yang telah ditetapkan. Hal ini justru dapat merusak standar layanan dan citra brand.
Patuhi sistem dan SOP yang sudah terbukti berhasil. Franchise properti dirancang agar seluruh jaringan memiliki standar layanan yang konsisten, sehingga kepercayaan klien tetap terjaga di mana pun mereka bertransaksi.
7. Ekspektasi Keuntungan yang Terlalu Tinggi dalam Waktu Singkat
Banyak pebisnis berharap franchise properti langsung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Ketika realita tidak sesuai harapan, motivasi pun menurun.
Pahami bahwa bisnis properti adalah permainan jangka menengah hingga panjang. Fokuslah pada membangun fondasi yang kuat, mulai dari tim, jaringan, hingga reputasi layanan. Keuntungan akan mengikuti seiring konsistensi dan kualitas kerja.
Memulai franchise properti memang menawarkan peluang besar, tetapi hanya akan optimal jika dijalankan dengan strategi yang tepat dan mitra yang terpercaya. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, Anda dapat membangun bisnis properti yang berkelanjutan dan berkembang.
Jika Anda ingin bergabung dengan franchise properti global yang memiliki sistem terbukti, jaringan internasional, serta dukungan pelatihan dan pemasaran yang komprehensif, REMAX adalah pilihan yang tepat. Saatnya mengambil langkah lebih serius di dunia properti dan berkembang bersama REMAX Indonesia. Anda bisa bergabung dengan Franchise REMAX di sini: Join REMAX






